Postingan

Solo Di Hujani Abu Gunung Kelud

Gambar
Hujan pagi ini lain, karena merubah warna aspal menjadi putih dan lebih tebal   1 cm, dari jejak sandal yang masih baru menceritakan itu, entah 1 jam lagi membuatnya setebal apa. Hujan abu yang membuatnya begitu. Oleh-oleh dari erupsi gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur. Jelas mengakibatkan warga Solo Raya terhenyak, suara ledakkannya menggema sampai Solo Raya tadi malam, yang disertai lindu. Jarum jam memang belum menunjukkan angka sebelas malam dengan tepat, ketika gunung Kelud itu meledakkan dirinya. Hanya gunung yang boleh begitu, manusia jangan mengikuti fitrahnya gunung.   Gunung kelud memang gagah sebagai rangkaian ayat kauniyahNYA. Ia tak perlu janjian dengan badan vulkanologi untuk erupsi. Karena itu, semua orang jadi sibuk, ternak menggantungkan perhatian tuannya. Saat alam sedang menunjukkan otoritasnya, manusia ramai berdoa kepada yang mencipta alam. Lalui musibah ini dengan tolong-menolong, kenali kemanusiaanya. Dan jangan tanya apa agamanya, ap...

Bukan Tokyo Love Story

Gambar
Saya mulai senang baca komik sejak bisa mengeja huruf, macam-macam buku komik waktu itu. Yang dimajalah Bobo, yang di Ananda, atau komik majalah seperti donal bebek, smurf, Lucky Luke, dan Deni Manusia Ikan. Komik lokal yang pernah saya pegang karyanya R.A. Kosasih dan Teguh Santosa, komik Gundala dan Godam saya beli berbentuk gambar umbul. Belanja komik dengan uang saku sendiri mulai kelas 5 SD. Komik yang pertama kali saya beli karyanya Tony Wong, yaitu komik Tiger Wong dan Tapak Sakti dengan harga Rp.3000 untuk satu majalahnya. Terbitnya hari Sabtu, setiap seminggu sekali, saya pasti bersepeda dari komplek menuju pertigaan jalan kota yang menghubungkan arah bis ke Sragen dan Surabaya itu. Dengan mengumpulkan uang saku Rp.500-Rp.1000,- setiap harinya, saya masih bisa jajan dan main video game di tahun 1993. Tahun 1995, mulai melirik komik Jepang setelah saya terserang demam cinta monyet yang gawat. Kelas 1 Tsanawiyah saya beli karyanya Yuka Takase, komik ...

Saya dan Magelang

Gambar
                                                Hari minggu, dari Magelang dolan ke Pantai Samas Jogja. Kalau mendengar nama Magelang, entah itu dari siaran tv, entah dari yang ramai membicarakannya, otomatis saya langsung mengenang Panca Arga, yang merupakan komplek keluarga militer di Magelang. Menurut sejarahnya, saya lahir di rumah sakit BKAD (Badan Kesehatan Angkatan Darat), terletak didalam komplek Panca Arga pintu 3. Ditangani oleh Ibu Maryam, seorang bidan di BKAD tersebut.                                             Hari Minggu, keliling Magelang saja...

Renungan Pengantin Dan Semoga Bahagia :-)

Gambar
S ebelum saya menyusul, satu demi satu kawan baik melenggang naik ke pelaminan lebih dulu. Mereka mengakhiri masa bujangnya. Ketika turut melebur membersamai senyuman para pengantin yang saya kenali itu, senantiasa merenungi, selalu saja timbul rasa harap dan cemas yang menggelayuti jiwa yang dipenuhi titik hitam ini. Itulah raja’ wal khauf. Dan mendoakan kawan baik supaya bahagia, sudahlah pasti. Akan tetapi, harap-harap cemas menunggu kapan giliran kita sendiri pastilah membuat hati ini tidaklah tenang. Karena didepan itu, tinggal ada dua upacara yang harus dilewati. Tergantung upacara mana yang lebih dulu. Perlulah bekal untuk melewati keduanya itu. S etidaknya ada tiga upacara yang melekat dengan siklus hidup kita ini. Upacara kelahiran, upacara pernikahan, dan upacara kematian, selesai. Sebuah renungan yang membolak-balikkan makna kebahagiaan setelah datangnya jodoh. Ya, kawan-kawan baik saya itu sudah melewati dua upacaranya. Upacara kelahirannya dahulu dan upacara pernik...

Cinta Tidaklah Buta Karena Ia Mengindera

Gambar
                   Tatkala perbedaan prinsip sebagai sebab terkuat bersatu atau berpisah. K etika orang memulai untuk mencintai pasangan hidupnya dalam kerangka menuju pernikahan, enggak perlu banyak alasan. Yang penting bersatu, just married . Tapi ketika orang memulai untuk berpisah, maka banyak alasan yang diperlukan untuk sebuah goal , yaitu perceraian. D ulu, ketika periode hidupnya mulai terikat manis di awal pernikahan, perbedaan tak jadi soal. Masalah ekonomi, perbedaan agama, perbedaan prinsip hidup, perbedaan kultur pekerjaan, perbedaan latar belakang orang tua, perbedaan tingkat pendidikan, perbedaan life style, semuanya itu bukan alasan untuk tidak menikah – namun sebaliknya, malah menjadi alasan paling motivatif untuk bersatu sampai kakek nenek. U jung-ujungnya, angka perceraian yang di akibatkan karena masalah ekonomi, perbedaan agama, dan bermacam-macam alasan yan...