Postingan

Sebilah Keris VS Sebilah Kayu Gaharu!

Gambar
K alian tahu sebilah keriskan? Sebilah keris bagi Diponegoro memiliki fungsi sebagai senjata untuk melawan kompeni Belanda. Tapi ketika keris jatuh ketangan dukun dan followernya, akan bergeserlah fungsinya dari sebilah keris untuk melawan musuh menjadi turun derajat sebagai benda keramat yang disifati sebagai makhluk yang berkehendak. Urusan slamet dan rezekipun kudu melalui perantara sebilah keris. Kalau ditanya perihal kenapa sebilah keris bisa di “kyai” kan pasti jawabannya mengandung “khodam”. Oke! Setiap “benda” itu berkhodam. Kira-kira dari konsep penghambaan, khodamlah yang harus takluk dengan kita atau sebaliknya? P ernah dengar pohon Gaharukan? Seru lho! Kebanyakan masyarakat kita membungkusnya dengan cerita mistisisme timur yang kental. Memperlakukan Gaharu seperti benda keramat! Bahkan sebilah kayu Gaharupun senasib dengan keris. Bayangkan pohonnya, kalau sebilah kayunya saja sensasional! Ditangan klenikers sejati, sebilah kayu Gaharu adalah misteri! Nggak sembar...

Stres Bisa Jadi Sebab Terkuat Kebahagiaan!

Gambar
S abtu pagi tanggal 24 November saya ke dokter Christina. Karena perut rasanya panas dan mulas. Ditemani istri yang wonderful. Sampai antrian ke 25 nama saya dipanggil, “Pak Ageng!” seru bagian meja daftar pasien. Ibu Christina ini PNS di RSUD yang sudah lama buka praktek di rumahnya sendiri. Keluhan dibagian perut semenjak 3 hari ini saya ceritakan dengan santai. Alis dokter Chris naik - turun tapi nggak muncul sepatah katapun! Wah, saya deg-degan! Semoga nggak parah! Kekhawatiran terhadap gejala usus buntu menjadi faktor pendorong untuk periksa ke dokter Chris. Istri turut kedalam menemani periksa. P antas khawatir! Mengingat saya adalah penikmat kuliner aliran pedas fundamentalis! “Puk, puk, puk!” dokter Chris menepuk-nepuk bagian kanan dan kiri perut. “Sudah” katanya. Saya rapikan kaos sampai ke perut lalu bangun dari tempat tidur. Duduk lagi di kursi, masih sebelahan sama istri. “Gimana dok?” penasaran. “Asam lambungnya banyak, dikasih obat maag biasa nggak bisa sembuh...

Hari Bapak Nasional

Gambar
                                                                                                                                                    Hari Bapak Nasional ,                                ...

Berburu Inspirasi di Pantai Sepanjang Gunungkidul

Gambar
M enyegarkan ide dan berburu inspirasi adalah kebutuhan manusia yang berselera dengan proses hidupnya. Waspadalah jika kita mulai tidak berselera terhadap proses hidup, bisa jadi kita berprospek menambah angka kematian yang di sebabkan karena bunuh diri. Bunuh diri karena gagal cinta, gagal artis, gagal cantik dan lain-lain, itu semua di sebabkan hidupnya miskin inspirasi dan miskin ide, sang pelaku melihat hidupnya bukan proses yang luas tapi sebatas apotas maka beban utang selesai, beban pegadaian lunas, tidak ngebon gaji lagi di kantornya, sumbangan kematian banyak tapi tidak bisa dinikmati. Maka dengan mengkonsumsi menu inspirasi dan ide, kualitas hidup kita mengandung vitamin PT yaitu “positif thinking”. Kemana menu-menu itu bisa kita dapatkan? jawabannya melalui kebesaran alamNYA. Yuk! Kembali ke alam! Kita berburu inspirasi dan ide ke pantai. N gomong-ngomong tentang wisata pantai di Wonosari Gunungkidul? wah ada enam pantainya! Ada pantai Baron, kukup, Krakal, Su...

Lupus! Gejolak Kawula Muda Era 80an

Gambar
  Bila suatu hari kau melihat. Satu makhluk manis. Bila terhimpit dalam bis kota. Masih tersenyum meringis.                 Sapalah dia, Lupus!                        S yair di atas sebenarnya lagu tentang Lupus yang pernah populer di era radio tahun 85an. Sampai sekarang, saya cuma hapal dibagian itu saja. Nggak sempat tahu juga lho, siapa penyanyinya dan penciptanya, hehehehe...                        Masih ingat lagunya Chrisye yang berjudul “hip-hip hura” yang ngehits di era 80an nggak? Dari tren musik 80an saat itu, kita akan ketemu dengan selera pop anak muda terhadap model rambutnya, celananya, kaosnya dan komunitas hobinya. Ada lagi...

Pempek Asli Ini Jawara di Solo

Gambar
S aya dulu anak Bom Baru 3 ilir Palembang tapi blasteran Jogja-Magelang, pulang pergi sekolah di antar Pak Karba’ yaitu amang becak langganan yang asli rantauan dari Sukabumi Jawa barat yang gantian shift dengan amang becak yang bahasanya medok, selidik punya selidik ternyata amang yang ini asli rantauan dari Pati Jawa tengah, namanya sederhana…“Paiman”. Pernah pas saya pulang, amang becak saya ini di stop preman. Mirip sinetron Indonesia kejar tayang yang kaya ide mengeksploitasi antagonisme. “Duit mang! Awas! Tujak gek kau!”. Wah, yang ngompas ternyata malah tetangga sendiri, menurut buku atlas…dunia itu luas, apalagi di pulau Sumatera, tapi dalam kasus ini…dunia kok jadi sesempit ini. Ketemu tetangga. M asih banyak cerita masa kecil yang saya ingat di Palembang, yang paling lengket memorinya tentu rasa makanan tradisionalnya. Ada tekwan, model, kemplang, dan pempek. Nah, yang terakhir ini yang istimewa, ibu saya tidak pelit membocorkan bumbu dan cara membuatnya. Adonan p...