Postingan

Kasak-Kusuk Berita Politik

Rasanya sulit menyerahkan cinta begitu saja kepada segolongan tokoh di jaman perpecahan ini, meskipun gelombang cinta dari kaumnya kerap mekar berdasarkan figuritas yang dipuja, sekalian ketokohan itu banyak melahirkan pemuja-pemuja cendekia yang berani mati konyol demi pembuktian rasa belanya. Apa iya, atas nama cinta lantas tidak boleh mengkritisi? Takut kuwalat di-persekusi misalnya? Apalagi yang kau cintai itu tokoh politik. Maka dari itu, kita bergaul dengan cinta yang mengindera. Sebab cinta buta itu bikin eneg. ------------------------------- Penghayat kopi pinggiran.

Ingat kejadian konyol tahun 2008

Seorang kawan menggerutu kepadaku, kawanku itu ditolak tuan rumah terus mumet, gara-gara undangan buka bersama yang diantarkannya itu kurang penulisan gelar "Haji" pada namanya. Saya berkata kepada kawanku itu, "Jadi kalau gelar Hajinya itu dianggap sebagai seruan agama paling paripurna, seruan amal yang lain-lain terus tidak dianggap ya, wedhus tenan!" ---------------------------------------------------------------------------------------- Kawanku itu sudah meninggal pada hari jum'at. Membawa hafalan qur'annya.

Residivis Berkaos Pink

Kami lupa berkenalan, tapi terlanjur ngobrol ngalor ngidul. Beliau ini residivis yang minggat dari kampungnya, Salatiga. Keluar penjara malah terusir dari keluarganya. Sampai di masjid wilayah Cemani ini, dia mampir mengaso. Sebelum masuk bui, profesinya tukang pukul di Gang Dolly, Surabaya. Hidup matinya Siap bela PSK yang diganggu preman lain. Urusan bercinta tidak njlimet, kerap digratisi PSK yang dermawan dan ma nja. Beliau ini tergolong gali ganteng menurut saya, ditunjang skill lain yang hasilnya lumayan, yaitu nyopet di pasar dan terminal. Beliau ini rambutnya gondrong, kulitnya coklat, badannya tinggi besar, mungkin sepadan dengan Tora Sudiro, pipinya brewokan, celananya sobek-sobek, tapi... Kaosnya pink! Masuk penjara gara-gara ketahuan nyopet PSK langganannya, dipolisikan ramai-ramai oleh kawan sendiri. Terusir dari Dolly, terusir dari kampung sendiri, keluar penjara tak punya masyarakat lagi. Inilah alasannya kenapa beliau minggat. Kepadaku dia mengaku capek bermaksiat, d...

Selamat Tinggal Singa

Pernah nonton di youtube: seekor singa kekar terekam sakaratul maut di padang savana, surainya mawut, kepalanya kelojotan tidak karuan, matanya mendelik-ndelik, semua kejangan kepala itu tidak kompak dengan badannya yang mlintir kesana kemari. Kemudian ada ringkikan zebra samar-samar yang obyeknya teralienasi dari kamera. Ini kemungkinan saja, singa afrika itu kelojotan diracun zebra. Diakhir durasinya, singa itu kemudia n mati kaku. Lalu nasib zebra? Nasibnya gitu-gitu aja. ---------------------------------------------------------------------------------------- Saudaraku, hewan yang tidak punya salah apalagi khilaf, matinya pun dihajar sakaratul maut. Lalu bagaimana dengan manusia yang terus-terusan khilaf? Apalagi khilafnya denganmu...

Perempuan Lebanon

Seumur-umur baru sekali itu saya menyebut "Subhanallah" hanya untuk sesosok perempuan cantik yang membikin "makdeg" di gang kampung. Biasanya ku sebut dalam tasbih keseharian saja. Dia itu perempuan Lebanon. Sampai rumah merenung dalam-dalam. Ternyata benar, ada kecantikan tanpa kosmetik tapi berdaya sihir di dunia ini yang membuat logika laki-laki jadi goblok. Semua tentang Sri kasidah sekejap hilang, berubah goblok ses aat. Sejak itu saya takut melirik dan masa bodoh dengan bayangannya di gang. Saya tidak nyaman logika ini takluk dengan hal-hal fisik. Sebagai kaum adam, saya merenung terbalik. Seperti inikah perasaan kaum hawa dalam sejarah samawi yang terguncang batinnya sebab ketampanan Nabi Yusuf yang gallant itu? ------------------------------------------------------------------------------------- Ketahuilah saudaraku, sejak peristiwa itu saya mulai rajin cuci muka pakai Pond's.

Hamzah Yang Mana?

Menunggu isya sembari mengulang berita internasional dari youtube dengan bercerita kepada istri: tentang berita banjir Madinah yang dulu melongsorkan kuburan salah satu pejuang Uhud yang disebut-sebut berisikan jasad Hamzah. Saya teruskan saja berita satu jenazah awet yang konon usia makamnya 1400 tahun tapi jasadnya masih segar dan masih mengeluarkan darah itu. Yang jadi kegelisahan saya, apakah yang disebut-sebut Hamzah itu adalah Sayyidina Hamzah Bin Abdul Muthalib paman nabi yang ditombak Wahsyi dan ditulis oleh tinta para sejarawan Arab kebanyakan? Saya membagi kegelisahan ini kepada istri yang turut haru atas kemungkinan-kemungkinan berita itu. -------------------------------------------------------- Kemarin, ngemil mendoan anget sambil trenyuh.

Catatan I'tikaf

Serambi 25 ------------------- Melihat kumpulan siluet bersila yang berdengung seperti sekumpulan lebah. Malam ini rasanya di taman, bukan di ruangan yang biasanya kaki-kaki duniawi selonjoran. Mereka kaki-kaki yang merindukan terumpah Bilal, yang gema sandalnya menjejaki taman-taman firdaus. Hanya kaki-kakiku yang tidak jelas. --------------------------------------------------------------------------- Dua cangkir kopi yang tuannya menafsir malam-malam gandrung. Serambi 26 ------------------- Rasanya malam ini kurang panjang. Pasarnya orang-orang pecinta sedang ramai-ramainya. Keramaian pasar malam paling syahdu sebab tidak ada sorakan untung rugi dan semisalnya. Seluruhnya sibuk mematut posisi tawar kemanusiaannya sendiri. Berdengung-dengung seperti lebah di taman-taman firdaus. Juragan dan buruh diratakan oleh sabda yang sama. Tinggal kemanusiaanku sendiri yang antah berantah. ------------------------------------------------------------- Ratusan cangkir kopi di tangan-tangan yan...