Postingan

Yuk, Kita Santai!

Gambar
Adakalanya keasyikan itu penting ditinggalkan, hobi diabaikan, kursi empuk dijungkir balikkan, semut-semut yang sedang menggilir kopi didiamkan. Dan menggantinya semua itu dengan mendengarkan celoteh anak, memasang alis galak kepada istri yang lupa mandi tapi berbalas senyum. Ekspresi cinta keluarga itu amalannya para pejuang. Bukan Jodha Akbar saja…:-D

Ilustrasi Ulang Tahun

Gambar
Asyiiik...!

Kopi Rasa Deg-Deg Plas!

Gambar
  Ini   cerita tentang join kopi. Waktu bujang dulu, pernah dibikinin kopi kayak gini ini sama temen. Yang bikin jantungan itu gaya menyajikannya, juga status singlenya. Saat kursinya mendekat, duduk sama tinggipun jadi berubah sungkan. Gara-gara rasa hormat dengan kawan sekantor itu, saya pilih ndlosor saja! :-D Setan kehilangan job waktu itu.  Join kopi kayak gini adalah cara minum kopi saya dengan kawan pendaki dulu. Dua gelas, dengan satu sachet kopi! Obatnya adalah menikah, mau join kopi model apapun bisa. Secangkir berdua dengan istri itu inspiratif! Silahkan pilih-pilih kopinya. :-) 

Jamaah Prihatin

Selesai membuat kopi pagi aku dan kawanku ngobrol sehari-hari, datang kawan dari ruangan sebelah , namanya Sastro . Dia langsung menebak kondisi kawanku yang mencitrakan dirinya sedang laku puasa Senin Kamis, mungkin saja sebab pantulan parasnya yang pucat dan nampak kurang kenyang. Bagian ini adalah ketidaktepatan kawanku yang gemar menempelkan mimik memelas pada saat dia berpuasa . Kalau kita renungi, berpuasa itu melekatkan kebahagiaan pada wajah, sehingga wajah-wajah orang berpuasa itu sumringah. Bukan wajah orang patah hati . “Wah! Sampean sedang prihatin kelihatannya, puasa Senin Kamis ya?” Sastro menebak kawanku yang menyimpan ekspresi kurang senang dengan ilmu tebak wajahnya.   Padahal kemarin itu , Kawanku sudah terkena tebakan yang sama seperti hari ini. Kalau yang ini bab puasa, yang kemarin soal kawanku berdzikir panjang selesai sholat . “Wah! Dzikirnya serius betul, k elihatannya sedang prihatin ini.” Tebakan tengah hari kemarin sudah gagal men...

Kenangan Nonton Film G 30 S/PKI

Gambar
Dulu ini namanya TK Ade Irma Suryani lho? Sekarang diganti rupanya :-) Nostalgia di depan sekolah masa kecil dulu, namanya diganti Kartika semua :-D Sebelum saya TK, nonton bioskop pertama kali langsung film G 30 S/PKI. Adegan histeris putrinya Panjaitan raup darah bikin saya stres kalau mau tidur. Waktu masuk TK apalagi. Sebagai murid baru, saya gampang mengingat nama sekolah sendiri, tapi bikin phobia. Kenapa phobia? Ya, itu...namanya TK Ade Irma Suryani. Itukan nama putrinya Nasution yang mati tertembak di film itu?! Nah,kan...jadi takut pipis di sekolahan.  Paling asyik, waktu lulus TK! Sekian lama phobia dengan nama-nama korban di film G 30 S/PKI, akhirnya ganti suasana juga! Tapi gagal gembira! Oleh orangtua, saya harus sekolah di SD Letjen S Parman! Lagi-lagi itu sebuah nama korban G 30 S/PKI yang masuk lubang buaya di film itukan? Ya sudah, saya terima kenyataan untuk hidup dengan phobia di masa kecil. Gara-gara tontonan bioskop yang belum se...

Dunia Coreng Moreng

Gambar
Pas Mama Gendhis lagi ke pasar, Abi corat-coret pipinya Gendhis, maafin Abi ya :-D Habisnya Gendhis bikin gemes, belum bisa ngomong, cuma nguik-nguik aja :-D Trus, Abi ketahuan Mama Gendhis, kalian berdua maafin Abi ya :-D Eh, malah di panjangin kumisnya pake spidol...:-(  Janji nggak corat-coret pipi Gendhis lagi. :-(

Lift Aroma Jenazah

Gambar
Lift yang sering beraroma jenazah tentu saja lift-lift yang ada dirumah sakit, bukan lift yang sering kita gunakan di mall. Mulai hari selasa tanggal 20 - 21 Februari 2014, ibu saya dapat kamar Anggrek kelas A - B, di tingkat tiga. Untuk efisiensi tenaga naik - turun atau turun - naik, tentu saja menggunakan lift untuk sampai ke lantai tiga. Saya sudah coba melalui tangga, ngos - ngosan juga. Bahkan jam satu malampun, saya masih cuek bolak - balik menggunakan lift untuk memenuhi kebutuhan ibu, misalnya ibu minta air panas untuk teh di tumbler. Saya pilih turun ke jalan daripada ke pantry rumah sakit, cari wedangan   lebih menyegarkan pandangan. Di lift yang sudah tengah malam itu, saya sendirian saja. Ibu saya operasi dibagian tulang kering pergelangan kaki kanan. Di bedah, untuk di pasangi platina. Karena dibagian tersebut, patah di dua posisi. Terpeleset lalu keseleo, dan bunyi “krak”, sebelum akhirnya jatuh tertelungkup tanpa daya untuk berdiri lagi. Sebelu...