Postingan

Ba'da Jum'at Bersama Semangat Suriah

Gambar
 

Romantis Jagung Pedas

Gambar
K etika menyegarkan ide yang mulai mampet menjadi sebuah kebutuhan maka rencana minggu pagi yang tadinya hanya sekedar cari sarapan bubur untuk memediasi antara ide dan waktu menjadi klop malah berubah spontan ke bengkel motor yang ready di pagi yang mulai menyengat karna kesiangan. Rem dahulu-sarapan kemudian. Dan resikonya adalah pagi yang segera lewat dan siang yang mulai menyergap.Perubahan agenda makan berdua ini mengubah ekspresi bunda Tari, segera saja ia memendam kecut tapi cukup ketahuan dari senyum simpulnya yang terterjemahkan oleh kehidupan kalbuku. Dari ritual sarapan bubur yang romantis berubah drastis ganti sarapan kampas rem di bengkel. Menurutku ini dinamika romantisme yang sangat korea. S ensasi makan bubur di siang hari tentu saja jauh dari konjungsi romantis. Kampas rem sudah asli diganti baru, rem depan juga siap tempur. Tapi agenda minggu pagi ini perlu di ganti juga supaya keadaanku berubah aman dan selamat dari tatapan istri yang menyergap dengan kegalauanny...

Era 70an dan 80an Pak Tino Sidin Seleb di Masanya

Gambar
                Gambar jari cuma 6 atau 4 pokoknya baguuuusss... D i TVRI tahun 1988/1989 saya masih merasakan denyut-denyut semangat terakhir saya mengikuti acara gemar menggambar yang di asuh oleh Pak Tino Sidin. Dulunya saya lumayan setia dengan acaranya sampai-sampai almarhum papi saya memotivasi saya untuk menggambar dan beliau mengirimkannya via pos supaya masuk ke redaksi gemar menggambarnya Pak Tino sidin. Setiap karya anak yang berhasil tampil di acaranya selalu mendapat pujian dari Pak Tino Sidin yang khas ’yak…baguss…’ dan semua anak di masa itupun pasti pernah menirukan jargonnya. Memang tidak salah, setiap anak seusia saya yang sehobi selalu ingin mendapatkan pujiannya. K arya yang bisa masuk di TVRI dan di puji oleh Pak Tino Sidin adalah kebanggaan yang luar biasa keren di antara teman-teman sekolah. Terus – menerus saya mencoba setia menunggu acaranya ketika on air di TVRI tapi gambar...

Tetap indonesia!

Gambar
                                           Tetap Indonesia! Y u’minu bi ba’dihin wa yakfuru bi ba’dihin dan insya Allah saya bukan termasuk di dalam arti harfiahnya. Saya pluralis dalam konteks keragaman nusantara karena Indonesia memang memiliki keragaman etnis dan budaya yang mekar tapi tidak serta merta saya menjadi otomatis pluralis dalam keberagaman agama. Karna tata-cara beragama saya tidaklah seragam dengan tata cara pemeluk agama lain. Namun saya menghargai keyakinan seorang atheis fundamentalis sekalipun selama tidak mencela mereka yang bertuhan dan memeranginya. Andaikata sang atheis sakit dan tak berhartapun, kita yang satu langit di bumi Indonesia ini wajib meringankan bebannya, menghiburnya, menyemangatinya untuk kembali sehat, dan membelikan anaknya susu, tanpa ada int...

Memorabilia Pasar Triwindu Solo Dalam Sketsa Jalanan

Gambar
Ada pasar antik yang di miliki kota solo yang terkenal juga sebagai gudangnya seniman pertunjukan. Berlokasi di sekitar Pura Mangkunegaran tepatnya di Jl. Diponegoro, namanya pasar Triwindu yang telah bersolek lebih cantik dan eksotis dari aspek interior dan eksterior kekiniannya, dengan tata rupa dan ruang yang lebih luas tapi tetap menonjolkan fungsinya sebagai pasar tradisional, sekalipun penataan di sekitarnya berpadu dengan corak dan sentuhan arsitektur modern akan tetapi sebuah kesadaran dalam kekaryaan seorang arsiteknya dan stakeholder terkait yang membangunnya kembali tanpa menihilkan nilai budaya masa lalu yang melekat akrab di hati masyarakat Solo. Ada selembar sketsa yang menjadi media rekam jejak yang barangkali tidak sempurna tetapi sedikit mewakili keadaan dan aktivitas pasar triwindu ketika belum bersolek seperti hari ini, ada kegirangan tersendiri ketika saya menemukan dan mengingatkan kembali bahwa saya pernah menggambarnya dengan tinta cina yang mengambil se...