Bersiap meladeni ajakan ngopi di depan masjid Agung Karanganyar. Menuju
angkringan bersahaja yang berjejeran melingkari alun-alun itu. Yang
berharga ialah ajakannya, dan kebersahajaan semacam itu mahal.
Kadang saya ini resah kalau di-add cah ndakik koncone koncoku, beberapa yang tak konfirmasi, sebentar kemudian unfriend. Sebab begini, konco anyar ini bukan konco lincakan saya di luar medsos. Rupanya dengan membaca gaya bahasa saya di medsos membikin mereka terkecoh menilai, lalu menggolongkan orang sewenang-wenang. Gunjingan itu sampai ke telinga kawan, saya prihatin dengan tipe orang berpikir grusah-grusuh begini. ------------------------------------------------- Memang, g aya bahasa saya bebas. Bukan gaya bahasa santri, bukan gaya motivator, penulis esai, wartawan, atau pepatah bijak, meski dulu saya menulis materi untuk khotbah Jum'at atau kultum Ramadhan bagi kalangan intern yang bukan nahdliyin ~ namun gaya bahasa khotib itu tidak lantas terbawa di medsos, dan tidak lantas menulis itu kemudian sah disebut religiuskan? Itu belum jaminan mutu. Sebab saya tahu kadar nilai diri, paling jujur ya tampil berelasi sebagai tukang sketsa yang pluralitas ~ bedakan dengan pluralisme lho...
Selera hidup jangkrik yang mengerik di teras sedang gembira membangun suasana hujan yang baru saja usai. Tinggal sisa tetesannya pada daun jati yang kuyup, tapi digubah cepat menjadi orkestrasi ketika berjatuhan ke tanah berkerakal ~ alami. Muncul kodok ngorek, jangkrik mengerik, ditambah tetesan sisa hujan pada pohon jati, ya orkes macam begini ini yang menggugah cita rasa masakan apapun jadi enak. Bakmi kurang bumbu jadi lumayan gara-gara orkestrasi alam ~ kahanan.
Karya kartun lawas awal 2007. Sekalipun bukan orang Solo asli, banyak inspirasi kota ini yang menggoda untuk saya kartunkan. Yang masih gagal, mengkartunkan gedung RRI Solo. Sebab, awal sketsa mesti nongkrong di lokasi sebentar demi memunculkan impresi, baru dimainkan di rumah. Dengan mbak-mbaknya yang komersil disekitar situ, saya sopan-sopan saja. Mungkin kesopanan yang saya timbulkan dari balik gang itulah yang menggemaskan bagi mereka. Mbaknya bilang, saya mirip artis s ilat di Indosiar. Terima kasih buat mbak-mbaknya. Dan selamat berjalan-jalan di Kota Solo bagi yang kebetulan sedang piknik.
Komentar
Posting Komentar