Bersiap meladeni ajakan ngopi di depan masjid Agung Karanganyar. Menuju
angkringan bersahaja yang berjejeran melingkari alun-alun itu. Yang
berharga ialah ajakannya, dan kebersahajaan semacam itu mahal.
Dulu ini namanya TK Ade Irma Suryani lho? Sekarang diganti rupanya :-) Nostalgia di depan sekolah masa kecil dulu, namanya diganti Kartika semua :-D Sebelum saya TK, nonton bioskop pertama kali langsung film G 30 S/PKI. Adegan histeris putrinya Panjaitan raup darah bikin saya stres kalau mau tidur. Waktu masuk TK apalagi. Sebagai murid baru, saya gampang mengingat nama sekolah sendiri, tapi bikin phobia. Kenapa phobia? Ya, itu...namanya TK Ade Irma Suryani. Itukan nama putrinya Nasution yang mati tertembak di film itu?! Nah,kan...jadi takut pipis di sekolahan. Paling asyik, waktu lulus TK! Sekian lama phobia dengan nama-nama korban di film G 30 S/PKI, akhirnya ganti suasana juga! Tapi gagal gembira! Oleh orangtua, saya harus sekolah di SD Letjen S Parman! Lagi-lagi itu sebuah nama korban G 30 S/PKI yang masuk lubang buaya di film itukan? Ya sudah, saya terima kenyataan untuk hidup dengan phobia di masa kecil. Gara-gara tontonan bioskop yang belum se...
Istilah 'orang pintar' terlanjur dikonotasikan kepada orang yang menyandang ilmu supranatural, dan bahasa kaum sehari-hari terlanjur membudayakannya dengan sebutan paling umum, yaitu dukun. Fungsinya sudah terlanjur menjadi hal umum yang diprasangkai banyak kaum, maka istilah 'orang pintar' ini pun mesti diselamatkan, supaya fungsi bahasanya kembali kepada ruang kelasnya yang terang. Tapi tak perlu ngotot, batal diselamatkan ya tidak jadi soal. Sebab ada yang lebih penting un tuk diselamatkan, yaitu istilah 'toleransi' supaya tidak berubah bunyi dan fungsinya menjadi 'toleransu'.
Karya kartun lawas awal 2007. Sekalipun bukan orang Solo asli, banyak inspirasi kota ini yang menggoda untuk saya kartunkan. Yang masih gagal, mengkartunkan gedung RRI Solo. Sebab, awal sketsa mesti nongkrong di lokasi sebentar demi memunculkan impresi, baru dimainkan di rumah. Dengan mbak-mbaknya yang komersil disekitar situ, saya sopan-sopan saja. Mungkin kesopanan yang saya timbulkan dari balik gang itulah yang menggemaskan bagi mereka. Mbaknya bilang, saya mirip artis s ilat di Indosiar. Terima kasih buat mbak-mbaknya. Dan selamat berjalan-jalan di Kota Solo bagi yang kebetulan sedang piknik.
Komentar
Posting Komentar