Postingan

WONG EDAN DI REPUBLIK WOLAK-WALIK

Gambar
Wong edan fundamentalis itu ketika gembira atau sedih, tetap saja kosong sorot matanya. Seperti tidak ada data-data lagi yang dipantulkan dari sinar matanya. Intuisinya kabur, yang tinggal hanya insting sebagai komandonya di alam kehendaknya yang bebas. Bisa-bisanya, wong edan fundamentalis musim sekarang sentimennya pada satu golongan saja. Apa wong edan fundamentalis bisa dimungkinkan untuk dipesan menggarap order? Jika itu memungkinkan, sopir dan kernet bis tidak perlu orang waras. Yang waras cukup penumpangnya.

FIKSI DI REPUBLIK WOLAK-WALIK

Gambar
Sesudah nilai-nilainya dikangkangi kemudian dikencingi, nasibnya esok mesti diajak bersolek kemudian diberi panggung, sebab agenda politik itu masih perlu gincu agamawan, konon katanya, politik itu tidak perlu etalase dan nilai-nilai religiusitas yang dianggap tidak inklusif dan privat itu. Tapi untuk jualan, bergincu pun pinjam dari etalase yang dianggap eksklusif biar meneduhkan.

CATATAN TEH SUBUH

Gambar
Wedangan di pasar seusai subuh, saya pesan teh panas dengan sedikit gula. Duduk biasa saja, kemudian disusul orang duduk melincak di sebelah kanan saya ini. Rupanya tipikal pak tua yang doyan bercerita, setelah memesan kopi, tangannya mematut sarung dan kupluk hitam sambil rokokan. Ternyata hanya kami berdua yang tampak mengobrol, berikutnya ada dua bapak pengudap dan dua perempuan pengantri teh yang gelagatnya menyimak saja. Ada satu kelakar yang saya  ingat dari pak tua yang mengaku becaknya mulai sepi penumpang ini: "Umpomo saiki iso kerjo Gojek, mas. Neng piye... Pit motor ora ndue, numpak yo ora iso. Isone kok, bersyukur... Yowis tak syukuri." ----- Alhamdulillah.

ORKESTRA ALAM

Gambar
Selera hidup jangkrik yang mengerik di teras sedang gembira membangun suasana hujan yang baru saja usai. Tinggal sisa tetesannya pada daun jati yang kuyup, tapi digubah cepat menjadi orkestrasi ketika berjatuhan ke tanah berkerakal ~ alami. Muncul kodok ngorek, jangkrik mengerik, ditambah tetesan sisa hujan pada pohon jati, ya orkes macam begini ini yang menggugah cita rasa masakan apapun jadi enak. Bakmi kurang bumbu jadi lumayan gara-gara orkestrasi alam ~ kahanan.

MAKHLUK GHAIB DAN MAKHLUK SKEPTIS

Gambar
Masih ada orang skeptis yang tidak meyakini ghaib, contohnya aktivitas jin di rumahmu. Tapi Rabb dan para malaikatNya yang ghaib masih dipandang sebagai dzat yang diyakini ada oleh orang skeptis. Ini namanya skeptis pada hal ghaib yang setengah-setengah ~ masih percaya doa pula. Uang raib secara misterius pernah menimpa istri saya, terakhir duit konveksi yang disimpan tiga hari di lemari berkunci berkurang tiga ratus ribu. Kalau saya bilang dikerjai jin jahil, orang skeptis y ang masih percaya doa penolak bala mestinya terkekeh-kekeh ~ masih percaya doa pula. Tuyul, kuntilanak, pocong, casper, keberadaannya dianggap pantulan perspektif dari kepercayaan mistik leluhur yang turun-temurun mengikuti warisan lokal dan arah adat istiadatnya. Lumrah saja jikalau setan pocong disangsikan nongol di jembatan California, sebab leluhur di sana tidak meyakini setan pocong sejak setan frankenstein terlanjur hidup di benak masyarakat hedon di sana. Jin terbeli perspektifnya oleh kepercayaa...

CATATAN SUBUH

Gambar
Susu murni selepas subuh enak dinikmati agak panas, saya mencari tongkrongan yang terdekat saja. Ada kursi tapi tidak banyak, hanya disisakan dua saja untuk diduduki pembeli. Begitu sederhananya segala perkakas pedagang susu ini. Perolehannya dalam satu hari jika dikumpulkan sebulan, menyalip upah buruh pabrikan. Sebelum waktu dhuha habis, pedagang susu ini sudah di rumah menggelar dagangan lain untuk persiapan siang harinya. Saya tidak tahu apa yang digelar, se bab obrolan antara penjual dan pembeli sudah tidak fokus, melebar sekehendaknya saja. Entah dari sudut mana pedagang susu ini mengajakku sharing tentang kegiatan mural, hand lettering, program grafis, dan pencapaian otodidaknya. Gara-gara obrolan yang demikian, saya lupa kulakan kelapa untuk di parut dan diperas istri di rumah.

CATATAN JONES

Gambar
Pesepak bola merumput di hari Minggu. Saya tidak, kegiatan merumput saya dulu bukan les kiper, tapi menggelar matras sebagai alas duduk sekalian barang dagangan yang dijamahi penonton, bukan pembeli. Memang nasib, sepanjang acara-acara ramai yang saya ikuti dengan buka lapak kaos, tak ada satupun yang jadi membeli. Alasan greget saya yang lain adalah cari jodoh sambil berdagang. Sebab acara-acara yang ramai itu merupakan agenda organisasi dakwah yang rutin diada kan jika ada peresmian - peresmian cabang. Hal itu betul - betul bikin sumringah jones macam saya. Sudah siap-siap kalkulator, lembaran uang kecil untuk kembalian, standing banner yang ciamik, komunikasi ala pedagang budiman, tapi yang namanya rezeki memang tidak bisa diintimidasi. Yang laris mesti pedagang peci dan pedagang cilok. "Ah, santai saja, jomblo ngenes cuma numpang mejeng, bukan jualan", batin saya. Atau jangan-jangan karena niat mejeng saya yang sedemikian ngawurnya itulah yang memancing konfronta...