Postingan

Penunggu Angkot Jurusan Pasar Jongke

Dicurhati PSK Setengah Tua. ------------------------------------------- Bersepeda ria sudah saya lakoni sejak kelas 1 MTs, namun cabang olahraga genjot harus berakhir sampai semester akhir perkuliahan saja. Sebab nasibnya diangkut tukang rongsok karena ibu mengira itu tidaklah berfaedah bagi cabang olahraga genjot yang saya galakkan, sepeda seharga Rp. 200.000 itu diganjar Rp. 20.000 saja! Saya sedikit stress dan langsung daftar fitness – betah seminggu karena otot bisep dan  trisep tidak kooperatif ketika harus jungkatan. Selesai Subuh, start dimulai dari Luwes Palur menuju Halaman ASDI yang saya prakarsai sendiri sebagai garis finish. Tinggal jalur pulang melewati rute yang berlawanan dengan arah berangkat, yaitu lewat jalur Bekonang. Tidak lupa, sarapan soto Kalilarangan yang ditunaikan ketika arah pulang menjadi ritual segar yang wajib. ------------------------------------------------------------------------ Tetapi, ada satu peristiwa saat bersepeda yang membuat saya gagal nyot...

5+10=15 Jitakan

Catatan Kursi Malas ------------------------------------ Pertama kali dijitakin guru tahun 1989. Setiap salah jawab soal matematika, mesti dijitak! 5 soal dijawab salah sama dengan 5 jitakan, 10 soal dijawab salah sama dengan 10 jitakan! 5+10=15 jitakan. Dan hanya satu murid yang diperlakukan seperti itu di kelas, yaitu saya. Itu membuat saya menangis sekaligus dendam kepada ibu guru itu. Sejak itu Matematika menjadi menakutkan bagi masa kanak-kanak saya. Akhirnya ketakutan m enjawab salah, hingga PR Matematika tidak pernah saya garap. Nasib nilai ulangan nol semua, dan saya dijitakin lagi. Teror itu dilakukan setiap jam pulang sekolah, saya ditahan guru supaya tinggal sendiri. Dan Abang becak jemputan hanya bisa memelas dari pintu kelas, menonton saya dijitakin. Sesekali kepala saya puyeng ditinju bagian atas. ------------------------------------------------------------------------------------------ Orang tua tidak pernah percaya dengan protes saya itu. -------------------------------...

Kere Hore

Kalau piknik, saya kerap bawa nasi banyak dalam kotak Tupperware warna ungu. Kalau pas jajan di tempat elite, sangat berguna untuk meledek porsi jajan kaum modernis yang sok jaim. Tapi kalau jajannya di tempat ndesit, sangat menegaskan teritorial saya sebenarnya! ------------------------------------------------------------------- Dirgahayu Kere Hore.

Menghibur Kawan

Saya sulit yakin diceramahi kawan wirausahawan yang sebetulnya tanpa dia bangun usahapun sudah kaya dari simbahnya. "Gagal itu ujian, pokoknya action dulu! Modal rasah dipikir!" -------------------------------------------------------------------------------------------- Kalau sudah gitu, saya tertawa lepas. Selesai tertawa malah dituduh ngece. -------------------------------------------------------------------------------------------- Akhirnya, saya manggut-manggut setuju. ------------------------------------------------------------------ Menghibur kawan.

Hai Buruh Berkerah Necis!

Apapun sektor usaha baru yang dikatrol dari nol lagi, asasnya menuju nilai-nilai manfaat ~ bukan pangkat. Apa yang ada di benakmu, hai buruh berkerah necis? Lihat itu bakul serabi belasan tahun yang di matamu tetap sebagai bakul serabi pinggiran. Itu baru satu dari beberapa booth yang digagasnya, yang sudah saatnya mikir melahirkan grup-grup usaha di bidang lain selain serabi. Penting untuk melahirkan alat produksi lain ketika usaha pertama sudah berkuku, sehingga terbuka jalan lebih luas untuk membidani gerakan sosial lebih banyak lagi. Sebab usaha yang gemilang tidak melulu uang. Tapi hati yang lapang. ------------------------------------------- Menghibur diri.

Bukan Film Unyil

Berita Palur dan Sekitarnya ------------------------------------------------- Ibu penjual nasi pecel itu mencegat perempuan paruh baya yang keliling jualan kosmetik. Nampaknya mereka ini sudah akrab betul. Kepada ibu penjual nasi itu, yang dijual bukan kosmetiknya. Melainkan VCD hohohihek Indonesia. Keseruan dua ibu yang terang-terangan itu membuat narasumber pura-pura sibuk memilih gorengan, menutupi kikuk. Bahasa kode yang dicatat narasumber: “Nggowo film unyil ora bu?” “Wah, ora nggowo bu. Sesok tak gawakno!” “Sing Indonesia lho, yo!” “Nek ono yo, bu!” ------------------------------------------------- Iki terus nasionalisme sing piye jal?

Piknik Nonton Rusa

Gambar
Foto piknik dan foto kulineran tidak bisa menjadi indikator bahwa pelakonnya adalah manusia-manusia syukur paling bahagia, misalnya tidak punya masalah permodalan, utang-piutang, kesehatan pencernaan, sengketa cinta dan hubungan sosial. Contoh paling dekat ya saya ini, piknik nonton Rusa dan foto bersama Doraemon lalu meng-upload-nya adalah tips melupakan sejenak nota-nota warna pink di dalam dompet. -------------------------------------------------------------------- Di balik topeng Doraemon yang tertawa itu, sesosok perempuan sedang melakoni derajat ketabahan yang menggembirakan perut-perut kecil di rumahnya. Anak-anaknya!