Postingan

Generasi 80-an

Gambar

Cihuy!

Gambar
Kelas 2 SD, saya kerap di-bully oleh teman yang paling jangkung dan besar badannya di kelas. Bokongku suka ditendangi tanpa sebab kalau jam istirahat. Saya berdoa dengan marah kepada Tuhan, jika dikabulkan saya akan balas dendam. ------------------------------------ Doa bocah SD era 80-an. Cihuy!

Kapan-Kapan Saja ke Jogja

Gambar
Kejutan bagi saya yang tidak tahu. Pagi ini menuju Jogja ternyata dimerdekakan alias gratis. Tapi tiket pagi ini habis, disediakan lagi pada layanan loket siang. Dan kesiangan kurang mengasyikkan bagi kemerdekaan saya menggilir buku loak di sana. Yang belum tentu juga buka di hari mengheningkan cipta ini. -------------------------- ------- Kapan-kapan saja, ah.

Indonesia 72 Tahun

Gambar
Halaman depan dahulunya kuburan Londo, desa ini sempat juga sebagai desa jajahan Jepang. Keadaan desa yang jauh dari dunia persilatan pada masa jajahan itu membuat masyarakat setempat tidak memiliki model perlawanan kaum jawara yang taktis. Keturunan Sembara yang diklaim berpencar di desa ini tidak diketahui persembunyiannya. Tragis, kedigdayaan sabetan Cemeti Amarasuli tinggal legenda, tidak ada satupun penerus Sembara yang terang-terangan mengaku sebagai keturunannya. Setelah bangsa ini merdeka dari segala bentuk penjajahan asing, masyarakat di desa ini merayakannya dengan menggiatkan kembali pertanian, perkebunan, dan pertukangan. Otomatis, dunia persilatan semakin dilupakan orang di desa ini. Baiklah, mari menanam jagung dan menggoreng bakwan! ----------------------------------------------------- Bersepeda di tanah merdeka.

Kasak-Kusuk Berita Politik

Rasanya sulit menyerahkan cinta begitu saja kepada segolongan tokoh di jaman perpecahan ini, meskipun gelombang cinta dari kaumnya kerap mekar berdasarkan figuritas yang dipuja, sekalian ketokohan itu banyak melahirkan pemuja-pemuja cendekia yang berani mati konyol demi pembuktian rasa belanya. Apa iya, atas nama cinta lantas tidak boleh mengkritisi? Takut kuwalat di-persekusi misalnya? Apalagi yang kau cintai itu tokoh politik. Maka dari itu, kita bergaul dengan cinta yang mengindera. Sebab cinta buta itu bikin eneg. ------------------------------- Penghayat kopi pinggiran.

Ingat kejadian konyol tahun 2008

Seorang kawan menggerutu kepadaku, kawanku itu ditolak tuan rumah terus mumet, gara-gara undangan buka bersama yang diantarkannya itu kurang penulisan gelar "Haji" pada namanya. Saya berkata kepada kawanku itu, "Jadi kalau gelar Hajinya itu dianggap sebagai seruan agama paling paripurna, seruan amal yang lain-lain terus tidak dianggap ya, wedhus tenan!" ---------------------------------------------------------------------------------------- Kawanku itu sudah meninggal pada hari jum'at. Membawa hafalan qur'annya.

Residivis Berkaos Pink

Kami lupa berkenalan, tapi terlanjur ngobrol ngalor ngidul. Beliau ini residivis yang minggat dari kampungnya, Salatiga. Keluar penjara malah terusir dari keluarganya. Sampai di masjid wilayah Cemani ini, dia mampir mengaso. Sebelum masuk bui, profesinya tukang pukul di Gang Dolly, Surabaya. Hidup matinya Siap bela PSK yang diganggu preman lain. Urusan bercinta tidak njlimet, kerap digratisi PSK yang dermawan dan ma nja. Beliau ini tergolong gali ganteng menurut saya, ditunjang skill lain yang hasilnya lumayan, yaitu nyopet di pasar dan terminal. Beliau ini rambutnya gondrong, kulitnya coklat, badannya tinggi besar, mungkin sepadan dengan Tora Sudiro, pipinya brewokan, celananya sobek-sobek, tapi... Kaosnya pink! Masuk penjara gara-gara ketahuan nyopet PSK langganannya, dipolisikan ramai-ramai oleh kawan sendiri. Terusir dari Dolly, terusir dari kampung sendiri, keluar penjara tak punya masyarakat lagi. Inilah alasannya kenapa beliau minggat. Kepadaku dia mengaku capek bermaksiat, d...